PAC atau Poly Aluminium Chloride merupakan salah satu bahan kimia koagulan yang banyak digunakan dalam sistem pengolahan air bersih maupun air limbah. Bahan kimia ini membantu proses pemisahan partikel halus yang sulit mengendap secara alami sehingga air lebih mudah diproses pada tahap sedimentasi, klarifikasi, maupun filtrasi berikutnya.
Meskipun penggunaannya cukup umum, dosis PAC tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan kebiasaan atau angka perkiraan. Karakteristik air baku, pH, tingkat kekeruhan, kandungan padatan tersuspensi, serta kondisi proses akan memengaruhi kebutuhan koagulan.
Karena itu, memahami fungsi PAC dalam pengolahan air menjadi penting sebelum menentukan jenis produk, konsentrasi, dan dosis yang digunakan pada suatu instalasi Water Treatment atau Wastewater Treatment.
Apa Itu PAC atau Poly Aluminium Chloride?
PAC adalah bahan kimia koagulan berbasis aluminium yang digunakan untuk membantu destabilisasi partikel koloid di dalam air. Partikel koloid mempunyai ukuran sangat kecil sehingga sulit mengendap hanya dengan gaya gravitasi.
Ketika PAC ditambahkan dengan dosis dan kondisi pencampuran yang sesuai, partikel tersebut dapat kehilangan kestabilannya dan mulai bergabung membentuk partikel yang lebih besar.
Proses ini merupakan tahap awal sebelum pembentukan flok yang lebih besar pada unit flokulasi.
PAC Berbeda dengan Media Filter
PAC bukan media filter seperti pasir silika, zeolit, atau karbon aktif. PAC digunakan sebagai bahan kimia dalam proses koagulasi, sedangkan media filter bekerja pada tahap filtrasi.
Pada sistem pengolahan air yang lengkap, keduanya dapat digunakan secara berurutan. PAC membantu mengumpulkan partikel halus menjadi flok, kemudian proses sedimentasi memisahkan flok tersebut. Air selanjutnya dapat dialirkan menuju sand filter atau carbon filter sebagai tahap polishing.
Ringkasan Singkat Pentingnya Fungsi PAC dalam Pengolahan air
- PAC atau Poly Aluminium Chloride berfungsi sebagai koagulan untuk memisahkan partikel halus dan koloid dalam pengolahan air.
- Dosis PAC harus ditentukan melalui jar test, bukan hanya berdasarkan angka umum, untuk mendapatkan hasil yang optimal.
- PAC bekerja dalam beberapa tahap, termasuk koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi, untuk memperbaiki kualitas air.
- Dosis PAC yang tepat membantu menurunkan kekeruhan dan mengurangi total suspended solids (TSS) dalam air.
- PAC juga digunakan dalam pengolahan air limbah, membantu proses kimia-fisika sebelum pengolahan biologis.
Estimated reading time: 18 menit
Daftar isi
- Apa Itu PAC atau Poly Aluminium Chloride?
- Fungsi PAC dalam Pengolahan Air
- Bagaimana PAC Bekerja dalam Sistem Water Treatment?
- Perhitungan Teknis Dosis PAC untuk Pengolahan Air
- Rumus Menghitung Kebutuhan PAC per Hari
- Contoh Perhitungan PAC Berdasarkan Debit per Jam
- Menghitung Kebutuhan Larutan PAC
- Menentukan Kapasitas Dosing Pump PAC agar Fungsi PAC dalam Pengolahan Air Terpenuhi
- Menghitung Kebutuhan PAC untuk Tangki Larutan
- Kenapa Dosis PAC Tidak Boleh Hanya Mengikuti Angka Teoritis?
- Rumus Cepat Perhitungan PAC
- Faktor yang Harus Diperiksa Setelah Menghitung Dosis PAC
- Konsultasi Perhitungan Dosis PAC
- PAC untuk Pengolahan Air Bersih
- Fungsi PAC dalam Pengolahan Air Limbah IPAL
- Mengapa Jar Test Penting Sebelum Menentukan Dosis PAC?
- Faktor yang Memengaruhi Dosis PAC
- Cara Menentukan Dosis PAC untuk Pengolahan Air
- Pilih PAC Powder atau PAC Cair?
- Cara Menyimpan dan Menangani PAC Powder
- Konsultasi PAC untuk Water Treatment dan IPAL
- FAQ Seputar PAC untuk Pengolahan Air

Fungsi PAC dalam Pengolahan Air
Secara umum, fungsi PAC dalam pengolahan air adalah membantu proses koagulasi agar partikel tersuspensi dan koloid lebih mudah dipisahkan dari air.
Namun kinerja PAC tidak hanya bergantung pada jumlah bahan kimia yang ditambahkan. Kecepatan pengadukan, waktu kontak, pH, dan karakteristik air turut menentukan kualitas flok yang terbentuk.
Membantu Menurunkan Kekeruhan
Air baku yang mengandung tanah halus, lumpur, dan partikel kecil dapat terlihat keruh meskipun sebagian partikelnya tidak mudah mengendap.
PAC membantu mengubah kondisi partikel tersebut sehingga lebih mudah bergabung dan membentuk flok yang dapat dipisahkan.
Setelah proses sedimentasi berlangsung dengan baik, air yang keluar dari clarifier biasanya mempunyai beban padatan lebih rendah sehingga proses filtrasi berikutnya menjadi lebih ringan.
Membantu Pengurangan TSS
Total Suspended Solids atau TSS merupakan parameter penting dalam berbagai sistem pengolahan air dan air limbah.
PAC dapat membantu proses pemisahan sebagian padatan tersuspensi melalui koagulasi dan pembentukan flok. Namun tingkat penurunan TSS akan berbeda pada setiap air baku.
Air limbah industri dengan kandungan minyak, protein, pati, atau bahan organik mempunyai respons koagulasi yang berbeda dibandingkan air baku sungai atau air permukaan.
Mendukung Proses Klarifikasi
Fungsi PAC dalam pengolahan air sering digunakan sebelum unit clarifier atau sedimentation tank.
Flok yang terbentuk pada proses koagulasi dan flokulasi akan mengendap sehingga dapat dipisahkan sebagai lumpur.
Kualitas proses ini sangat penting karena clarifier yang menerima flok kecil atau rapuh dapat menghasilkan carry-over padatan menuju tahap berikutnya.
“PAC bukan sekadar bahan untuk menjernihkan air. Hasil terbaik diperoleh ketika dosis, pH, pengadukan, dan proses sedimentasi dirancang sebagai satu kesatuan.”
Bagaimana PAC Bekerja dalam Sistem Water Treatment?
Proses penggunaan PAC umumnya dimulai dengan pencampuran cepat. Tujuannya adalah menyebarkan koagulan secara merata ke seluruh air yang akan diolah.
Setelah itu, proses dilanjutkan dengan pengadukan yang lebih lambat agar partikel yang sudah tidak stabil dapat saling bertemu dan membentuk flok.
Tahap Koagulasi
Pada tahap koagulasi, PAC dicampurkan ke dalam air dengan intensitas pengadukan yang cukup tinggi.
Proses ini biasanya berlangsung relatif singkat karena tujuannya adalah distribusi bahan kimia secara cepat dan merata.
Jika pencampuran tidak memadai, sebagian air dapat menerima dosis berbeda sehingga pembentukan flok menjadi tidak seragam.
Pada Kondisi Ini fungsi PAC dalam pengolahan air bisa bekerja optimal jika debit dan Konsentrasi Yang dipergunakan sesuai dosis saat jartest dilakukan
Tahap Flokulasi
Setelah koagulasi, air diarahkan menuju proses flokulasi.
Pengadukan pada tahap ini lebih lambat dibandingkan rapid mixing. Tujuannya bukan lagi menyebarkan bahan kimia, melainkan memberi kesempatan kepada partikel untuk saling bertumbukan dan membentuk flok yang lebih besar.
Flok yang baik mempunyai ukuran cukup besar untuk mengendap tetapi tidak terlalu rapuh ketika dialirkan menuju clarifier.
Fungsi PAC dalam Pengolahan Air Untuk Tahapan Sedimentasi
Tahap Sedimentasi
Flok kemudian dipisahkan dari air melalui proses sedimentasi.
Lumpur yang terkumpul di dasar clarifier perlu dikeluarkan secara berkala agar tidak kembali terbawa ke aliran keluar.
Air hasil sedimentasi selanjutnya dapat masuk ke tahap filtrasi, karbon aktif, ultrafiltrasi, atau proses lain sesuai kebutuhan kualitas akhir.
Perhitungan Teknis Dosis PAC untuk Pengolahan Air
Penentuan dosis PAC sebaiknya tidak hanya berdasarkan angka umum seperti 30 ppm, 50 ppm, atau 100 ppm. Nilai dosis yang tepat harus diperoleh dari jar test, kemudian dikonversikan menjadi kebutuhan PAC berdasarkan debit air yang diolah. Dengan perhitungan ini, operator dapat memperkirakan konsumsi bahan kimia per jam maupun per hari sekaligus menentukan kapasitas tangki larutan dan dosing pump.
Dalam perhitungan Water Treatment, konsentrasi 1 ppm pada air umumnya setara dengan 1 mg/L. Karena 1 m³ air sama dengan 1.000 liter, perhitungan kebutuhan PAC dapat dibuat cukup sederhana.
Rumus Menghitung Kebutuhan PAC per Hari
Jika debit air diketahui dalam satuan m³/hari dan dosis PAC dalam ppm, kebutuhan PAC dapat dihitung menggunakan rumus:
Kebutuhan PAC (kg/hari) = Debit air (m³/hari) × Dosis PAC (mg/L) ÷ 1.000
Sebagai contoh, sebuah instalasi mengolah air sebanyak 100 m³/hari dan hasil jar test menunjukkan dosis optimum PAC sebesar 50 ppm.
Perhitungannya:
100 × 50 ÷ 1.000 = 5 kg PAC/hari
Artinya, kebutuhan teoritis PAC adalah sekitar 5 kg per hari pada kondisi kualitas air yang sama dengan sampel jar test.
Contoh Perhitungan PAC Berdasarkan Debit per Jam
Pada instalasi yang beroperasi berdasarkan debit per jam, rumus dapat ditulis:
Kebutuhan PAC (kg/jam) = Debit (m³/jam) × Dosis PAC (mg/L) ÷ 1.000
Misalnya sistem Water Treatment mempunyai debit 20 m³/jam dengan dosis PAC hasil jar test sebesar 40 ppm.
Maka:
20 × 40 ÷ 1.000 = 0,8 kg PAC/jam
Apabila instalasi beroperasi selama 12 jam per hari, kebutuhan hariannya menjadi:
0,8 × 12 = 9,6 kg PAC/hari
Dengan demikian, operator dapat memperkirakan stok PAC yang dibutuhkan berdasarkan jam operasional aktual.
Menghitung Kebutuhan Larutan PAC
Pada banyak instalasi, PAC Powder tidak langsung dimasukkan dalam bentuk serbuk, tetapi terlebih dahulu dibuat menjadi larutan agar proses dosing lebih mudah dikontrol.
Misalnya kebutuhan PAC adalah 9,6 kg/hari dan PAC dibuat menjadi larutan 10% berat/volume, yang secara sederhana berarti sekitar 0,1 kg PAC per liter larutan.
Maka volume larutan yang dibutuhkan:
9,6 kg ÷ 0,1 kg/L = 96 liter larutan/hari
Jika sistem beroperasi selama 12 jam:
96 ÷ 12 = 8 liter/jam
Jadi dosing pump secara teoritis perlu mengalirkan larutan sekitar 8 L/jam.
Pada kondisi lapangan, kapasitas pompa biasanya dipilih sedikit lebih besar agar masih tersedia ruang untuk pengaturan stroke atau speed.
Menentukan Kapasitas Dosing Pump PAC agar Fungsi PAC dalam Pengolahan Air Terpenuhi
Setelah kebutuhan larutan diketahui, kapasitas dosing pump dapat ditentukan berdasarkan debit larutan per jam.
Sebagai contoh, hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan larutan PAC sebesar 8 L/jam. Dosing pump dengan kapasitas maksimum sekitar 10–12 L/jam dapat dipertimbangkan sehingga pompa tidak selalu bekerja pada kapasitas maksimum.
Pemilihan akhir tetap harus mempertimbangkan tekanan injeksi, panjang pipa dosing, jenis bahan kimia, serta karakteristik pompa yang digunakan, Sehingga fungsi PAC dalam pengolahan air dapat tercapai sesuai target pengolahan.
Menghitung Kebutuhan PAC untuk Tangki Larutan
Ukuran tangki larutan dapat disesuaikan dengan frekuensi pembuatan larutan.
Jika kebutuhan larutan PAC sebesar 96 liter/hari, maka tangki 100 liter secara teoritis cukup untuk satu hari. Namun dalam praktik, tangki sebaiknya tidak diisi penuh hingga batas maksimum.
Untuk kondisi tersebut, penggunaan tangki 150–200 liter dapat memberikan ruang operasi yang lebih aman sekaligus memudahkan proses pencampuran.
Pada instalasi yang lebih besar, larutan dapat disiapkan untuk kebutuhan satu atau beberapa hari tergantung stabilitas larutan dan prosedur operasi.
Kenapa Dosis PAC Tidak Boleh Hanya Mengikuti Angka Teoritis?
Perhitungan matematis hanya menentukan berapa banyak PAC yang dibutuhkan setelah dosis optimum diketahui. Rumus tidak dapat menentukan dosis optimum itu sendiri.
Dosis harus diuji karena kualitas air dapat berubah. Pada air sungai, misalnya, tingkat kekeruhan saat musim hujan dapat berbeda jauh dibandingkan musim kemarau. Pada limbah industri, konsentrasi TSS, COD, warna, minyak, atau bahan organik juga dapat berubah mengikuti proses produksi.
Karena itu, angka dosis yang diperoleh melalui jar test tetap perlu dievaluasi secara berkala dan fungsi PAC dalam pengolahan air tetap terpenuhi.
“Jar test menentukan dosis PAC yang tepat, sedangkan perhitungan debit menentukan berapa kilogram PAC yang harus disiapkan untuk operasi.”
Rumus Cepat Perhitungan PAC
Untuk memudahkan operator, gunakan rumus sederhana berikut:
PAC kg/hari = Debit m³/hari × Dosis ppm ÷ 1.000
Contoh cepat:
200 m³/hari × 60 ppm ÷ 1.000 = 12 kg PAC/hari
Jika menggunakan larutan PAC 10%:
12 ÷ 0,1 = 120 liter larutan/hari
Jika operasi 20 jam:
120 ÷ 20 = 6 liter/jam
Maka kebutuhan dosing larutan PAC sekitar 6 L/jam.
Faktor yang Harus Diperiksa Setelah Menghitung Dosis PAC
Setelah mendapatkan kebutuhan teoritis, operator tetap perlu memeriksa hasil aktual seperti pembentukan flok, kejernihan air setelah sedimentasi, pH, volume lumpur, serta kualitas air keluaran.
Jika flok terlalu kecil atau air masih keruh, bukan berarti dosis PAC harus langsung dinaikkan. Kondisi rapid mixing, flokulasi, pH, alkalinitas, dan waktu sedimentasi juga perlu diperiksa.
Sebaliknya, penambahan PAC secara berlebihan dapat meningkatkan biaya bahan kimia dan produksi lumpur tanpa memberikan peningkatan kualitas air yang sebanding.
Konsultasi Perhitungan Dosis PAC
Jika Anda memiliki data debit air, pH, TSS, turbidity, COD, atau hasil jar test, tim S-Pure Indonesia dapat membantu melakukan estimasi kebutuhan PAC Powder, kapasitas tangki larutan, serta dosing pump untuk sistem Water Treatment atau IPAL.
PAC untuk Pengolahan Air Bersih
Pada Water Treatment Plant, PAC dapat digunakan untuk membantu pengolahan air baku yang memiliki kekeruhan atau partikel tersuspensi.
Air sungai, air permukaan, atau sumber air lain dapat mengalami perubahan kualitas sesuai musim dan kondisi lingkungan.
Karena itu, dosis PAC yang efektif pada satu waktu belum tentu selalu sama sepanjang tahun.
PAC pada Instalasi Pengolahan Air
Pada IPA atau WTP, Fungsi PAC dalam pengolahan air biasanya digunakan sebelum unit flokulasi dan clarifier.
Apabila proses koagulasi bekerja dengan baik, beban filter menjadi lebih rendah dan interval backwash dapat lebih terkendali.
Penggunaan PAC yang tepat juga membantu mengurangi risiko filter cepat tersumbat akibat masuknya flok atau TSS dalam jumlah tinggi.
Fungsi PAC dalam Pengolahan Air Limbah IPAL
untuk Pengolahan Air Limbah
Selain untuk air bersih, PAC juga banyak digunakan pada Wastewater Treatment Plant atau IPAL.
Pada air limbah industri, proses kimia-fisika dapat digunakan sebagai pretreatment sebelum pengolahan biologis atau sebagai polishing tergantung karakteristik limbah.
PAC pada Limbah Industri
Limbah dari industri makanan, tekstil, manufaktur, pencucian, dan berbagai sektor lain mempunyai komposisi yang berbeda.
Karena itu, penggunaan PAC harus diuji terhadap sampel aktual.
Fungsi PAC dalam pengolahan air dapat membantu proses pemisahan partikel, tetapi tidak berarti seluruh COD atau BOD dapat dihilangkan hanya dengan koagulasi.
Proses biologis atau teknologi lain tetap diperlukan jika beban organik terlarut masih tinggi.
Mengapa Jar Test Penting Sebelum Menentukan Dosis PAC?
Jar test merupakan salah satu metode sederhana namun sangat penting untuk menentukan dosis awal koagulan.
Dengan menggunakan beberapa gelas sampel dan variasi dosis, operator dapat membandingkan pembentukan flok, kejernihan air, kecepatan pengendapan, dan perubahan pH.
Menghindari Dosis Terlalu Rendah
Jika dosis terlalu rendah, proses destabilisasi partikel tidak berlangsung dengan baik.
Akibatnya, flok yang terbentuk kecil, lambat mengendap, atau bahkan tidak terbentuk secara memadai.
Menghindari Overdosing PAC
Menambahkan PAC terlalu banyak juga tidak selalu menghasilkan air yang lebih jernih.
Overdosing dapat menyebabkan pemborosan bahan kimia dan fungsi PAC dalam pengolahan air tidak terkontrol, peningkatan produksi lumpur, perubahan kondisi kimia air, dan pada kondisi tertentu justru dapat mengganggu proses koagulasi.
Karena itu, targetnya adalah dosis optimum, bukan dosis sebanyak mungkin.
Faktor yang Memengaruhi Dosis PAC
Tidak ada satu angka dosis yang dapat digunakan untuk semua jenis air.
Air dengan turbidity tinggi belum tentu membutuhkan perlakuan sama dengan air limbah yang mengandung bahan organik, minyak, atau padatan berbeda.
Kondisi pH
pH mempunyai pengaruh penting terhadap kinerja proses koagulasi.
Jika kondisi pH berada di luar rentang efektif sistem, pembentukan flok dapat menjadi kurang optimal.
Pada beberapa instalasi, diperlukan koreksi pH menggunakan bahan kimia tambahan sebelum atau setelah proses koagulasi.
Karakteristik Air Baku
Kekeruhan, TSS, alkalinitas, warna, kandungan organik, serta jenis partikel memengaruhi kebutuhan PAC.
Karena itu, data laboratorium sangat membantu sebelum menentukan desain dosing secara permanen.
Cara Menentukan Dosis PAC untuk Pengolahan Air
Waktu yang dibutuhkan: 59 menit
Panduan menentukan dosis PAC atau Poly Aluminium Chloride melalui jar test, perhitungan debit air, kebutuhan PAC harian, konsentrasi larutan, serta kapasitas dosing pump untuk sistem Water Treatment dan pengolahan air limbah.
- Siapkan Sampel Air
Ambil sampel air yang mewakili kondisi aktual sumber air atau air limbah. Gunakan beberapa wadah dengan volume yang sama agar setiap variasi dosis PAC dapat dibandingkan secara adil.
- Siapkan Larutan PAC
Larutkan PAC Powder dengan konsentrasi yang diketahui agar dosis mudah dihitung. Pastikan larutan tercampur merata sebelum digunakan pada pengujian.
- Tentukan Variasi Dosis PAC
Buat beberapa variasi dosis, misalnya 20, 30, 40, 50, dan 60 ppm. Rentang dosis dapat disesuaikan dengan karakteristik air dan pengalaman awal dari sistem serupa
- Lakukan Rapid Mixing
Tambahkan PAC ke masing-masing sampel kemudian lakukan pengadukan cepat. Tujuannya agar koagulan tersebar secara merata dan mulai mendestabilisasi partikel koloid.
- Lakukan Flokulasi
Kurangi kecepatan pengadukan agar partikel yang telah mengalami koagulasi dapat saling bertumbukan dan membentuk flok yang lebih besar
- Lakukan Sedimentasi
Hentikan pengadukan dan biarkan sampel mengendap. Amati kecepatan pengendapan, ukuran flok, kejernihan air bagian atas, serta volume lumpur yang terbentuk.
- Pilih Dosis PAC Optimum
Pilih dosis yang menghasilkan kualitas air paling baik dengan penggunaan PAC paling efisien. Jangan otomatis memilih dosis tertinggi karena overdosing dapat meningkatkan biaya dan produksi lumpur.
- Hitung Kebutuhan PAC Harian
Gunakan rumus:
Kebutuhan PAC (kg/hari) = Debit air (m³/hari) × Dosis PAC (ppm) ÷ 1.000
Contoh: debit 100 m³/hari dengan dosis optimum 50 ppm:
100 × 50 ÷ 1.000 = 5 kg PAC/hari - Hitung Volume Larutan PAC
Jika PAC dibuat sebagai larutan 10%, kebutuhan 5 kg PAC setara secara sederhana dengan sekitar:
5 ÷ 0,1 = 50 liter larutan PAC/hari
Jika sistem beroperasi 10 jam:
50 ÷ 10 = 5 liter/jam - Tentukan Kapasitas Dosing Pump
Pilih dosing pump sedikit di atas kebutuhan maksimum. Jika kebutuhan larutan sekitar 5 L/jam, kapasitas pompa sekitar 6–8 L/jam dapat dipertimbangkan agar masih tersedia ruang pengaturan.
Catatan Penting dalam Penggunaan PAC
Dosis hasil jar test harus tetap dievaluasi terhadap perubahan kualitas air baku. pH, turbidity, TSS, COD, alkalinitas, dan kondisi proses dapat memengaruhi kebutuhan PAC.
Pilih PAC Powder atau PAC Cair?
PAC tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk powder dan liquid.
PAC Powder praktis untuk penyimpanan dan distribusi karena konsentrasinya lebih tinggi dalam bentuk kering. Sebelum digunakan, produk biasanya dilarutkan terlebih dahulu sesuai kebutuhan sistem dosing.
PAC cair lebih praktis dari sisi penyiapan larutan, tetapi pertimbangan transportasi, penyimpanan, konsentrasi, dan stabilitas perlu diperhatikan.
Pemilihan keduanya tergantung skala instalasi dan kebutuhan operasional.
Memilih PAC untuk Sistem Pengolahan Air
Sebelum membeli, pengguna sebaiknya mengetahui bentuk produk, kemasan, spesifikasi teknis, dan COA dari bahan kimia.
Untuk penggunaan industri, informasi seperti kandungan aluminium, basicity, insoluble matter, dan parameter lain pada COA dapat menjadi dasar evaluasi produk.
Pada tahap inilah artikel dapat mengarahkan pembaca menuju produk S-Pure Indonesia.
Jika Anda membutuhkan koagulan untuk WTP, WWTP, atau IPAL, lihat produk PAC Powder 25 Kg – Poly Aluminium Chloride yang tersedia melalui S-Pure Indonesia.
Cara Menyimpan dan Menangani PAC Powder
PAC Powder perlu disimpan pada tempat kering dan terlindung dari air serta kelembapan.
Kemasan yang sudah dibuka harus ditutup kembali dengan baik agar produk tidak menggumpal akibat kontak dengan udara lembap.
Operator juga perlu menggunakan APD yang sesuai serta mengikuti SDS produk ketika melakukan pemindahan, pelarutan, maupun dosing bahan kimia.
Konsultasi PAC untuk Water Treatment dan IPAL
Pemilihan jenis dan dosis PAC sebaiknya disesuaikan dengan kondisi air yang akan diolah.
S-Pure Indonesia menyediakan PAC Powder, media filter, dosing pump, tangki kimia, serta berbagai peralatan Water Treatment dan Wastewater Treatment.
Jika Anda mempunyai hasil laboratorium atau sampel air, data tersebut dapat digunakan sebagai dasar awal untuk menentukan kebutuhan proses dan melakukan jar test.
Butuh PAC untuk Sistem Pengolahan Air?
Hubungi Marketing S-Pure Indonesia untuk mendapatkan informasi harga, stok, COA, kebutuhan jumlah produk, serta konsultasi penggunaan PAC untuk sistem pengolahan air Anda.
FAQ Seputar PAC untuk Pengolahan Air
PAC atau Poly Aluminium Chloride adalah bahan kimia koagulan yang digunakan untuk membantu menggabungkan partikel halus dan koloid di dalam air agar lebih mudah membentuk flok dan dipisahkan melalui sedimentasi atau klarifikasi.
Fungsi utama PAC dalam Water Treatment adalah membantu proses koagulasi, menurunkan kekeruhan, membantu pemisahan TSS, serta meningkatkan pembentukan flok sebelum air masuk ke proses sedimentasi dan filtrasi.
Dosis PAC tidak dapat disamaratakan karena dipengaruhi oleh kualitas air, pH, kekeruhan, TSS, alkalinitas, dan karakteristik air baku. Dosis optimum sebaiknya ditentukan melalui jar test, kemudian dihitung berdasarkan debit air yang diolah.
Gunakan rumus:
Kebutuhan PAC (kg/hari) = Debit air (m³/hari) × Dosis PAC (ppm) ÷ 1.000
Sebagai contoh, debit 100 m³/hari dengan dosis PAC 50 ppm membutuhkan sekitar 5 kg PAC per hari.
Penggunaan PAC berlebihan tidak selalu membuat air lebih jernih. Overdosing dapat meningkatkan konsumsi bahan kimia, menambah produksi lumpur, memengaruhi pH, dan pada kondisi tertentu justru mengganggu proses pembentukan flok.
Ya. PAC banyak digunakan pada sistem Wastewater Treatment dan IPAL industri sebagai bagian dari proses kimia-fisika. Efektivitasnya sangat bergantung pada jenis limbah, kandungan TSS, COD, minyak, warna, dan kondisi pH.
PAC Powder berbentuk serbuk dan biasanya dilarutkan terlebih dahulu sebelum dosing. PAC cair sudah tersedia dalam bentuk larutan sehingga lebih praktis digunakan, tetapi pertimbangan konsentrasi, penyimpanan, transportasi, dan biaya perlu diperhitungkan.
Tidak sama. PAC dan tawas sama-sama digunakan sebagai koagulan, tetapi memiliki karakteristik kimia, kebutuhan dosis, respons terhadap pH, dan performa yang berbeda. Pemilihannya sebaiknya didasarkan pada hasil pengujian terhadap air yang akan diolah.
Tidak selalu. Pada beberapa kondisi, PAC sudah cukup untuk menghasilkan flok yang dapat mengendap. Namun pada air tertentu, penambahan flokulan seperti polimer dapat membantu memperbesar flok dan mempercepat proses sedimentasi. Penentuannya sebaiknya melalui jar test.
PAC Powder sebaiknya disimpan di tempat kering, terlindung dari kelembapan, air, dan panas berlebih. Kemasan yang sudah dibuka harus ditutup kembali dengan baik agar serbuk tidak menggumpal dan kualitas produk tetap terjaga.
Produk Pendukung PAC dan Sistem Water Treatment
Selain PAC, proses pengolahan air membutuhkan peralatan dan media pendukung agar sistem bekerja lebih stabil. Lihat produk terkait seperti dosing pump, tangki kimia, tabung filter FRP, serta media filter yang dapat digunakan dalam rangkaian Water Treatment dan IPAL.
Pelajari juga produk dan panduan lain yang berkaitan dengan proses koagulasi, dosing bahan kimia, media filter, serta sistem Water Treatment dan pengolahan air limbah. Tautan berikut dapat membantu Anda memahami pilihan produk dan konfigurasi sistem yang sesuai dengan kebutuhan instalasi.
